Langsung ke konten utama

Postingan

Intro - mau comeback (ceritanya)

Assalammualaikum semuanyaaa
...
...
...
...
...
...
...
krik krik krik..

hehehe emang dasarnya daku ga jelas.. hahahaha

gaes,,, jadi begini... aku ceritanya mau kembali lagi di dunia per blogger-an
mumpung ada konten yang mau ditulis.. . ehem!
tapi tapi tapi.. nulisnya ga sekarang yaaa. kan ini judulnya intro doang. yekaaaaan 😋
jadi, nulis-nulis benerannya nanti aja, kalau sudah kekumpul semua konten nya... 😉

see yaaa 😘
Postingan terbaru

Telfon Dari Papa - Kado ulang tahun yang gagal

Jadi ceritanya hari minggu kemarin, gue, tio, mama, tante dan sepupu pergi ke Ina Craft. sempet mampir-mampir juga ke beberapa tempat. Papa ga ikut pergi karena harus ke kantor. 
Di Inacraft, mama tiba-tiba kepikiran buat beliin kado ulang tahun papa, yang sebenernya masih 5 bulan lagi ultahnya sodara-sodara. entah bagaimana, akhirnya terbelilah sebuah tas kulit kece (kalo kata adek gue, "ini mah kayanya bakalan gue yang make ntar :D" *dasar ni anak ga bisa liat barang bagus :p), karena mama bilang papa lagi seneng banget pake tas selempang. sesudah itu, mama minta gue untuk simpenin 'kado ultah papa' itu di kosan, dan dibawa pas papa ulang tahun. Singkat cerita, pulang dari Ina Craft kita langsung dinner di mbah jingkrak setiabudi. yaaa sekalian nganterin si imut ini balik ke kosannya.
lanjut cerita ketika kami semua dengan tenang nya menunggu makanan yang dipesan datang, tiba-tiba mama dapat telfon dari papa.
mama : assalammualaikum mama : iya pa, ini mama di mbah…

Terima Kasih Untukmu, Lelaki yang Pernah Menawarkan Masa Depan Tapi Tiba-tiba Mundur Tanpa Kata

Pagi masih setia datang tepat pada waktunya dan senja juga selalu datang dengan setiap keindahannya. Selama beberapa hari sejak kamu pergi, tak ada satu hal pun yang berubah. Rutinitasku juga masih aku lakukan, sama persis seperti saat kamu masih di sini. Semua masih tetap sama. Hanya saja, tak ada lagi sapa selamat pagi darimu saat kita bertemu di persimpangan jalan. Tak ada lagi batang hidungmu yang muncul saat datangnya waktu makan siang. Tak ada lagi tawa renyah kita saat bercerita di makan malam sepulang dari mengais rupiah. Dan tak ada lagi senyum yang selalu aku lihat setiap malam saat kau mengantarkanku di depan kostan.
Aku menulis ini bukan karena merindukanmu atau mengharap kau untuk kembali. Rinduku seakan sudah pergi tak berjejak. Harapan-harapan yang sempat membuncah juga sudah terbang entah kemana. Rasa yang pernah meluber juga sudah menguap dan menghilang begitu saja. Hatiku sudah jauh lebih baik. Mataku sudah sangat terbiasa tanpa melihatmu. Telingaku su…